Senin, 02 Maret 2009

4.5 Konfigurasi Generasi WiMAX

Secara umum konfigurasi WiMAX dibagi menjadi 3 bagian yaitu SS, BS dan transport site (bagian backend). Untuk SS terletak di lingkungan pelanggan (bisa fixed atau mobile / portable). Sedangkan BS biasanya satu lokasi dengan jaringan operator (jaringan IP / internet atau jaringan TDM / PSTN)। Untuk memperjelas dari konfigurasi dimaksud, pada gambar 4.15 di bawah ini merupakan konfigurasi generik dari WiMAX.


Gambar 4.15 Konfigurasi Generik WiMAX

Tipe dari beberapa interface pada WiMAX diberikan pada table 4.1

Tabel 4.1 Tipe Interface Pada Konfigurasi WiMAX

4.6 Topologi jaringan WiMAX

Topologi jaringan WiMAX dapat dibagi dalam 2 kategori besar, yaitu Point to Multi Point (PMP) dan Point to Point (P2P) serta dapat dikembangkan menjadi jaringan berbentuk mesh. Pada topologi mesh, BS digunakan sebagai interface ke core network, sementara untuk menjangkau pelanggan yang berada di luar jangkauan suatu BS, terminal pelanggan atau CPE dapat bertindak sebagai router atau repeater bagi terminal pelanggan lainnya. Tentunya terminal pelanggan di sini akan menjadi lebih kompleks karena harus dilengkapi dengan kemampuan routing. Melalui cara ini akan diperoleh penambahan coverage jaringan secara signifikan. Namun dalam pengembangannya, topologi mesh merupakan topologi optional yang berarti tidak harus diadopsi dalam sistem WiMAX.

4.6.1 Topologi PMP

Topologi PMP biasanya digunakan untuk melayani akses langsung ke pelanggan. Dalam topologi ini BS WiMAX digunakan menghandle beberapa SS. Kemampuan dari jumlah subscriber tergantung dari tipe QoS yang ditawarkan oleh operator. Ketika tiap SS mendapatkan bandwidth yang cukup besar, maka dapat disimpulkan bahwa kapasitas jumlah user juga akan semakin berkurang dan sebaliknya bila bandwidth yang dialokasikan semakin sedikit, maka kapasitasnya akan semakin besar. Topologi PMP dapat dilihat pada Gambar 4.16.

Gambar 4.16 Topologi Point to Multipoint

4.6.2 Topologi P2P

Topologi P2P dapat digunakan untuk backhaul maupun dapat juga digunakan untuk komunikasi antara BS WiMAX dengan single SS. Gambar 4.17 berikut mengilustrasikan WiMAX sebagai backhaul dan sekaligus untuk mengcover single SS.

Gambar 4।17 Topologi Point to Point

4.6.3 Topologi Pengembangan

Topologi pengembangan yang dimaksud di sini, merupakan varian dari topologi dasar point to point dan point to multipoint. Dengan kedua topologi di atas WiMAX dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai topologi seperti Mesh maupun gabungan atau integrasi antara point to point dan point to multipoint.

Ilustrasi konfigurasi Mesh dapat dilihat pada Gambar 4.18.

Gambar 4.18 Topologi Mesh (ETSI TR 101 856)

Dalam implementasi di lapangan, topologi jaringan PMP adalah yang paling banyak diadopsi karena lebih sfisien dibandingkan P2P. Atau bisa juga topologi gabungan mengingat kemampuan WiMAX yang dapat mentransmisikan bandwidth sampai 70 Mbps.

Gambar 4.19 memperlihatkan konfigurasi jaringan yang menggunakan kombinasi antara topologi PMP yaitu dari sisi BS ke CPE. Sementara topologi P2P digunakan untuk menghubungkan BS ke jaringan transport atau backhaul.

Gambar 4.19 Kombinasi topologi PMP dan PTP

4.7 Aliran Trafik pada WiMAX

Teknologi WiMAX dapat meng-cover area sekitar 50 kilometer, dimana ratusan pengguna akan di-share sinyal dan kanal untuk mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 155 Mbps. Aspek keamanan merupakan aspek yang sangat penting.

Sistem pengamanan data dilakukan pada layer physical (PHY) dan data link layer (MAC) dalam suatu arsitektur jaringan tepatnya pada BS untuk didistribusikan ke wilayah sekelilingnya dan SS untuk komunikasi P2P. BS dihubungkan secara langsung dengan jaringan umum (public network).

Aliran trafik pada WiMAX terdiri atas 3 bagian, yaitu :

1. Pelanggan mengirimkan data dengan kecepatan 2-155 Mbps dari SS ke BS.

2. BS akan menerima sinyal dari berbagai pelanggan dan mengirimkan pesan melalui wireless atau kabel ke switching center melalui protocol IEEE 802.16.

3. Switching center akan mengirimkan pesan ke internet service provider (ISP) atau public switched telepon network (PSTN).

Aliran trafik pada WiMAX data digambarkan pada gambar 4.20.

Gambar 4।20 Aliran trafik pada WiMAX

Pada Gambar 4.20 terlihat laptop dan desktop personal computer (PC) berfungsi sebagai SS, tower antenna beserta perangkatnya sebagai BS dan switching center sebagai pengatur pilihan koneksi ke ISP.

Teknologi yang digunakan untuk komunikasi antara SS dan BS adalah teknologi TDMA. Untuk menjamin confidentiality (kerahasiaan) data pada pengguna, maka pengiriman / penerimaan data dari SS dan BS dienkripsi menggunakan X.509 yang disertifikasi oleh RSA. Ancaman yang umum pada pengguna menggunakan teknologi WiMAX adalah :

1. Pencurian sinyal atau layanan.

2. Pencurian data user, dan

3. Cloning

Pada standar IEEE 802.16 digunakan metode untuk meningkatkan keamanan berupa authentication, authorization dan encription. Authentication yang digunakan pada SS adalah X.509 dengan RSA Publik Key Cryptograpy Standard (PKCS).

Authentication dan authorization pada SS menggunakan X.509 dengan kunci publik digunakan untuk mengidentifikasi informasi, misalnya UserID, SS’s name dan lain sebagainya. Informasi ini akan terus diidentifikasi selama komunikasi antara SS dan BS masih berlangsung.

Encryption yang digunakan dalam standar IEEE 802.16 adalah 56-bit DES pada mode cyclic block chaining (CBC), dimana kesalahan yang terjadi pada cypertext tidak dipropagasikan kedalam plaintext dengan menerapkan algoritma multiple encryption.

Tidak ada komentar: